Kamu, Masih tentang kamu. Alasanku menunda membuka hati, alasanku tak peduli pada banyak hati, alasanku malas untuk memulai kembali. Bukan tak mau, kadang hati ini hanya ragu karena sudah tau, akhirnya akan sama seperti dulu. Ditinggal sendiri lagi, menyimpan sakit sendiri lagi, lebih nyaman sendiri lagi, dan banyak sendiri-sendiri yang lainnya. Ikhlas, sungguh, aku sudah ikhlas. Bahkan aku tak lagi mengharap pada kembalinya kamu, sudah lelah menunggu sesuatu yang tak pasti. Tapi, pada hakikatnya, rindu memang tak bisa kita atur. Ya. Rindu. Selalu. Bukan inginku, aku pun lelah merindu sesuatu yang bukan lagi milikku. Lelah merindu hanya dengan menatap foto dan pesan singkat. Lelah mengingat kenangan yang seharusnya ku kubur bersama angan. Sekarang, katanya kamu sudah punya yang baru. Aku juga sudah paham betapa mudahnya buatmu mencari rumah baru. Aku hanya berharap kamu tak akan merasakan rasanya jadi aku, bahagialah selamanya, aku masih menjadi pengagummu. Jakarta, 11.27 –...